Cara Ternak Belut yang Mudah bagi Pemula, Bisa Dilakukan Tanpa Lumpur
Menyiapkan Tempat dan Air
Untuk memulai cara ternak belut, yang pertama kali harus dilakukan adalah mempersiapkan kolam pembesaran sebagai tempat di mana belut-belut akan dibudidayakan. Kolam yang biasanya digunakan adalah kolam terpal atau pun kolam permanen yang terbuat dari semen.
Jika dibandingkan dengan kolam lumpur, kolam air jernih memiliki kelebihan karena dapat meminimalisir pemborosan tempat. Ini karena ukuran kolam yang tidak terlalu besar, namun tetap bisa menampung banyak bibit.
Namun, Anda juga perlu memperhatikan sirkulasi air jika memilih menggunakan kolam air jernih. Sirkulasi air yang baik dapat mengatur kadar pH dalam air, yang nantinya akan terganggu karena lendir yang dikeluarkan dari tubuh belut. Sirkulasi yang bagus juga akan membuat kadar oksigen di dalam kolam menjadi stabil dan air tetap jernih.
Memilih Bibit
Selesai mempersiapkan kolam, cara ternak belut berikutnya adalah dengan memilih bibit belut. Pemilihan bibit belut ini penting karena akan menentukan hasil dari panen. Anda harus mencari bibit yang berkualitas dan unggul. Ada beberapa ketentuan dalam pemilihan bibit yang bisa Anda ikuti, yaitu:
- Pilih bibit yang tidak memiliki bekas luka dan kondisi belut yang lincah.
- Hindari bibit belut yang didapat secara alami, karena akan menimbulkan bekas luka seperti cara penangkapan dengan metode setrum, berburu di dalam lumpur sawah dan sungai.
- Ukuran bibit setidaknya harus merata atau sama besar. Dengan memilih ukuran bibit yang sama besar, juga dapat menurunkan tingkat kanibalisme. Selain itu, pemberian pakan juga tidak akan merata jika Anda mencampur bibit kecil dengan bibit yang besar.
Pemberian Pakan
Pemberian pakan yang teratur sangat penting dan akan berpengaruh dalam tumbuh kembang belut nantinya. Selain itu, pemberian pakan yang tepat akan membuat keberhasilan dari budidaya belut menjadi lebih optimal. Anda bisa memberikan beberapa jenis pakan alami seperti limbah ikan, bekicot, sisa cincangan dari daging ayam, maupun pelet.
Biasanya pakan akan diberikan pada belut secara berkala, antara 3 sampai 4 kali sehari. Semakin besar dan semakin berumur bibit, maka jumlah pakan akan lebih sedikit.
Perawatan Belut
Cara ternak belut yang selanjutnya adalah cara merawatnya. Tidak hanya asupannya saja yang perlu diperhatikan, kondisi fisik belut dan lingkungannya juga perlu diperhatikan dengan seksama. Perhatikan kualitas air, berikan pakan secara teratur, serta sesuai dengan takaran agar tidak menimbulkan air yang cepat kotor dan sifat kanibalisme belut. Perhatikan juga bagaimana kondisi belut. Belut yang sedang terserang penyakit, ditandai dengan perilaku belut yang terus bergerak pada siang hari dan aktif menyerang belut lainnya.
Belut adalah binatang yang mengeluarkan lendir. Ini dikarenakan belut memiliki mekanisme tubuh untuk melindungi dirinya yang sensitif. Lendir yang keluar secara terus-menerus dapat mempengaruhi tingkat keasaman air atau pH air di kolam. Sehingga ketika air kolam mencapai ambang batas pH 7, maka air harus segera dinetralkan atau segera disirkulasi. Maka dari itu media budidaya belut harus dilengkapi dengan sirkulasi air yang baik
Panen Ternak Belut
Dalam proses pemanenan belut, sebenarnya tidak memiliki takaran dan masa panen yang ditetapkan, karena sekecil apapun ukuran belutnya, tetap bisa dinikmati. Namun, jika Anda ingin mendapatkan panen dalam jumlah yang maksimal, Anda bisa melakukan panen setelah 3 hingga 4 bulan masa pemeliharaan.
Belut dengan kualitas yang baik, bisa seterusnya Anda jadikan indukan sehingga Anda tetap bisa menghasilkan bibit-bibit baru nantinya. Anda juga bisa melakukan pemanenan secara harian atau tidak secara sekaligus dengan penangkapan manual. Hal itu karena masyarakat menyukai ukuran belut yang beragam, dan tidak harus memiliki ukuran yang besar.
yuk belajar cara bidudaya ikan mujair: https://www.blogger.com/blog/post/edit/3331300254956594142/6249845245503073570
Komentar
Posting Komentar